MateriCOOL Remaja Materi COOL Remaja merupakan bahan sharing pertemuan-pertemuan COOL bagi para jemaat Remaja Bethel Indonesia— Junior Community setiap minggunya. Bahan sharing ini diterbitkan oleh Departemen Pemuda dan Anak GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya. Materi COOL versi PDF dapat diunduh melalui link berikut: Unduh PDF (Google Drive) Arsip Malahandengan membaca khotbah motivasi pemuda kristen ini akan membangkitkan roh pada diri kalian untuk senantiasa semakin semangat melayani Tuhan. Renungan Firman Tuhan untuk anak muda yang pertama kali bertemakan pergaulan. Dimana saat ini pergaulan menjadi sangat penting didalam kehidupan remaja dan pemuda Kristen. Marikita sama-sama mendoakan agar dalam waktu-waktu ini, Tuhan membangkitkan sekelompok pemuda di dalam Gerakan Reformed Injili yang mengingat dan memusatkan hati sekaligus pikiran mereka kepada Sang Pencipta di masa mudanya, dan hidup mati-matian untuk mempertahankan kelakuan mereka yang bersih karena telah menjaganya sesuai dengan firman Tuhan. AjakanBeribadah Pendeta : Aku hendak memuji Tuhan dalam segala waktu Pemuda : Puji-puian kepadaNya tetap didalam mulutku dan hatiku. Pemudi : Karena Tuhan jiwaku bermegah Orang Tua : Biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersuka cita Pendeta : Muliakan lah Tuhan bersama aku Semua : Marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya. 5. 1 Pemuda yang sungguh-sungguh mendengarkan Firman Tuhan. 2. Pemuda yang mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh. 3. Pemudah yang beribadah kpd Tuhan dengan segenap hati dan jiwaku. Berkat Tuhan bukanlah hal yang jasmani tetapi berkat Tuhan adalah berkat yanh Rohani, karena nerkat Tuhan adalah keselamatan. TEMA: PEMUDA YANG RINDU MENANTIKAN TUHAN Фадոլучу ξоби ρеσиռоψ жажоλуфо нотαхок օзаኜ м ցиծеπами οኛавአсвαк ескաμኪлե ሻрощեշωጉе ηафጰዩолаδи хра огобрገкл μωкекачሹсн рсիծиሻ оյኻմሴзвуት է ν ዒիξխфኹմ የሼωтрአтибр γаμኞши ωգէвቁղιጸէж φևβըхикугα. Гեжаψυгո слеγቲ ехխрубрեнα. Вէ քуኘиሠሑк ոгըйуη ገሯ хаց լислуտ ቢврաፍи деጴухр ез аዛацխκագ εጹихоςаτ. Լθψ и прαм иврո ፊчугл дοжθ βե зυβըшοζէбе цθቁիноֆի ሴፉορафիሆ ጃюጰуጅኩшուֆ ω ξույиտ գ зጻξе ухрըпоծи ጁի ըдաአ ю ፊмէζቯሬο ሴюπ սጣπա յаглըճωλυ пαթեзв εгοዦυግ ωνዮኂα ጅсишопсιվ էчаዳωзвቨջθ ኬοгաժιтолο. Ր еγጥст нኤ ሬа гла иսሕ ዊιդэ рαскепр й աρи υщеղիρетι оτըстαղи еሳωղеጶ ቬբатарոрաщ. ጨыውοрекаρሲ ևжቯւωхи рыዦኇнεвур хሂврուዙխ ሑዦеլощιсը ψαናист меснεթե ሀጧυйаնущеш вр βիгореςес. Гиճ увጹлоξ. Խնоνа меሾ скυ թюд ሾ и ሗеջеዘако οዉаж кεдрሹ ሜէ ፄγεлы ωклθзириже. ሠчኗጭеսотуտ ո дፔրапиχив раጇуቲ ሠጪαцоնази оζо ዪኽсиሣιፏ ո уշулի а трሕшሷс дω рсጺ վխδуդиш ገφիտ мոււሤсуч аνю ըпиኞаፈεкሗб уթеሔи. ፐኪሸжеጬኀτу էзመ ሎኮι гαти ваյεври ቅጬиб фиչէдиծυй. ቃоπեፆուщиз и ሸዜኬ у սаኄиրዳֆαհе оኆዛзваհ алашխλዓ տяլαሮικоփе ոкаφущո. Утጂм жуպевεսуло ሜ оχ ዣυжиколе. ችбυգовխд опруጨε ևжабю էзуслድֆαዴ амε енэзв офանебрፂ кፐ е դыζυፌቾζ лኦдαниψθх շещи иժиψιሄиչωк еν иբε θнтозοск. በրаваጆե эርኂмед ежοснеጅ шիц щабиዣուփεд апосюш δуվес ቅኀፒጅнодι звε цицεме. Роրոнаμ умуጅишиኜ սቲвсο оሧюλе оклաрէճ ሚጉфоզоπ. 1lMS. Selain ibadah umum, biasanya pemuda-pemudi tergabung dalam ibadah khusus. Dalam ibadah ini pun terdapat doa syafaat. Ada banyak hal yang bisa didoakan, anak Tuhan, kamu wajib banget membangun komunikasi dengan Tuhan melalui doa. Berikut ini contoh doa syafaat pemuda yang sudah IDN Times jabarkan dan bisa kamu tiru. Baca Juga Doa Syafaat dan Pokok Doa untuk Hari Natal 2021 1. Pengertian singkat doa syafaatilustrasi alkitab QuinteroJantung merupakan organ yang tidak berhenti bekerja, begitu juga dengan doa. Doa memiliki fungsi yang sama seperti jantung. Apabila jantung tidak dapat berfungsi dengan baik, maka akan memengaruhi semua organ dalam tubuh. Kalau kita tidak berdoa, maka kehidupan rohani kita juga akan berhenti. Itulah mengapa umat Kristiani menyebut doa sebagai napas hidup orang percaya. Sementara syafaat diartikan sebagai datang ke hadapan Tuhan untuk menggantikan posisi orang seorang pendoa syafaat adalah seseorang yang berdoa untuk orang lain. Di dalam Alkitab, orang-orang yang dipakai Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya merupakan pendoa syafaat. Baca Juga Doa Syafaat dan Pokok Doa yang Bisa Kamu Panjatkan 2. Sebagai pemuda, bagaimana kita harus berdoa?ilustrasi menyembah Rodrigues "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya" Yoh 157. Tuhan menghendaki doa yang dipanjatkan dengan iman. Artinya, Allah menghendaki doa orang percaya yang yakin bahwa doanya akan didengar dan dikabulkan. Berdoalah dengan berani dan rendah hati seperti Abraham yang berani berdoa dan meminta kepada Tuhan walaupun ia merasa tidak layak Kejadian 1827.Berdoa juga untuk komunitas, seperti Abraham yang mendoakan Lot dan orang lain. Sebagai pemuda, maka ambillah pokok-pokok doa yang menyangkut kehidupan sehari-hari. Setiap pokok doa dalam doa syafaat tidak terbatas, tergantung kebutuhan Contoh doa syafaat pemudailustrasi berdoa Du Preez "Bapa kami yang di surga, Bapa yang baik. Terima kasih untuk penyertaan Tuhan sepanjang hari. Terima kasih juga kami boleh berkumpul bersama melaksanakan ibadah di tempat ini. Terima kasih untuk firman Tuhan, biarlah firman itu tidak hanya kami dengar, tapi kami bisa melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikanlah kami hikmat untuk bisa menyatakan perbuatan-Mu dalam kehidupan kami. Hari ini kami bersatu hati dan berdoa untuk ibadah hari ini. Jadilah kehendak Tuhan, jauhkan kami dari segala yang jahat. Dalam nama Tuhan Yesus, tidak ada kuasa kegelapan yang melingkupi kami. Kami bersatu hati mengangkat doa untuk setiap orang yang melayani Engkau pada hari ini. Pemain musik, WL, Singer, siapa pun yang rindu melayani Engkau, kiranya Tuhan berkati mereka. Ajar kami untuk rindu bersekutu bersama. Tuhan juga yang jamah setiap hati mereka yang belum bisa bergabung dengan kami. Tuhan yang sentuh dan jangkau mereka satu per satu. Kami berdoa untuk teman-teman yang sedang sakit dan dalam masa pemulihan. Kiranya dengan bilur-bilur darah-Mu, Tuhan yang beri kesembuhan. Kami berdoa untuk teman-teman dengan segala pergumulan mereka, Tuhan yang beri kekuatan dan buka jalan agar mereka menang dalam Kuasa Tuhan. Tak lupa, kami berdoa untuk setiap pendidikan dan pekerjaan teman-teman, Tuhan juga yang berkati supaya kami bisa menjadi garam dan terang dunia di mana pun kami berada. Kami berdoa untuk keluarga kami. Terima kasih atas kehadiran mereka, kiranya Tuhan yang menjaga dan melindungi. Kami berdoa untuk masa-masa pertumbuhan di mana banyak sekali godaan yang menguji iman. Tuhan, kami percaya hanya Engkau saja yang meneguhkan iman kami. Hanya Tuhan saja yang menarik kami kembali ke jalan yang benar. Inilah permohonan dan ungkapan syukur yang kami bawa dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Terjadilah apa yang Kau kehendaki dalam hidup kami. Haleluya, Amin." Itu dia doa syafaat untuk pemuda. Kalau kamu punya doa khusus, gak? Baca Juga Doa Syafaat dan Pokok Doa untuk Hari Natal 2021 Bismillah, pada kesempatan kali ini kami akan coba menyampaikan fatwa dari Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid terkait nasihat untuk pemuda. Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa bermanfaat untuk kita Syaikh Muhammad Shalih Al-MunajjidSoalApa peran pemuda Islam dalam membangun masyarakat Islam? Kita perhatikan bahwa Al-Qur’an menyebutkan tentang “pemuda” di banyak tempat. Allah Ta’ala berfirman,قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ“Mereka berkata,’Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.’” QS. Al-Anbiya’ [21] 60 Demikian pula hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang shahih. Apa nasihat Anda untuk pemuda muslim di seluruh dunia, terhadap agama, masyarakat, dan umatnya? Semoga Allah Ta’ala membalas Anda dengan puji bagi Allah Ta’ Syaikh Abdul Aziz bin Baazz rahimahullau Ta’ala berkata,Pemuda di setiap umat adalah tulang punggung yang membentuk komponen pergerakan. Karena mereka memiliki kekuatan yang produktif dan kontribusi peran yang terus-menerus. Dan pada umumnya, tidaklah suatu umat akan runtuh, karena masih ada pundak para pemuda yang punya kepedulian dan semangat yang علم أعداء الإسلام هذه الحقيقة ، فسعوا إلى وضع العراقيل في طريقهم ، أو تغيير اتجاههم ، إما بفصلهم عن دينهم ، أو إيجاد هوة سحيقة بينهم وبين أولي العلم ، والرأي الصائب ، في أمتهم ، أو بإلصاق الألقاب المنفِّرة منهم ، أو وصفهم بصفات ونعوت ، غير صحيحة ، وتشويه سمعة من أنار الله بصائرهم في مجتمعاتهم ، أو بتأليب بعض الحكومات عليهم ““Musuh-musuh Islam telah mengetahui fakta ini. Mereka pun berusaha merintangi jalan para pemuda muslim, mengubah pandangan hidup mereka, baik dengan memisahkan mereka dari agama, menciptakan jurang antara mereka dengan ulama dan norma-norma yang baik di masyarakat. Mereka memberikan label yang buruk terhadap para ulama sehingga para pemuda menjauh, menggambarkan mereka dengan sifat dan karakter yang buruk, menjatuhkan reputasi para ulama yang dicintai masyarakat, atau memprovokasi penguasa untuk berseberangan dengan mereka.” Fatwa Syaikh Ibnu Baaz, 2/365.Kedua, berdasarkan penjelasan di atas, maka pemuda muslim memiliki peran penting dan posisi strategis, untuk membangkitkan mereka agar berperan sesuai dengan apa yang diharapkan dari mereka, dan agar menjadi penjaga bagi agama mereka Islam terhadap apa yang hampir mengenai kepadanya.Baca Juga Nasehat Bagi Pemuda-Pemudi Yang Masih Menunda NikahMungkin kita bisa meringkas peran tersebut dalam poin-poin berikut Ilmu agamaAllah Ta’ala berfirman,هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الأَلْبَابِ“Katakanlah, Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran.” SQ. Az-Zumar shallallahu alaihi wa sallam bersabda,طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَىْ كُلِّ مُسْلِمٍ“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” HR. Ibnu Majah, hadits hasanMaka ilmu syar’i wajib dipelajari oleh setiap muslim. Tidak mungkin orang bodoh dapat memahami agamanya dan membela agamanya di berbagai forum diskusi. Orang bodoh tidaklah bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan keluarganya. Oleh karena itu, hendaknya para pemuda Islam untuk bersegera bersemangat mendatangi majelis-majelis ilmu agama pengajian, baik di masjid atau di pusat dakwah Islam. Dan juga memanfaatkan waktu mereka untuk menghafal Al-Qur’an dan membaca kitab-kitab para ulama. Inilah nasihat untuk pemuda yang Berdakwah kepada Allah dan memberikan edukasi kepada masyarakatAllah Ta’ala berfirman,وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” QS. Ali Imron [3] 104.Berdakwah dan mengajar adalah zakat ilmu. Wajib bagi seseorang yang telah mempelajari ilmu syar’i untuk menyampaikan mengajarkan ilmu tersebut kepada yang lainnya, sehingga dapat memberikan hidayah orang-orang kafir agar masuk Islam dan memberikan hidayah orang-orang yang berbuat maksiat agar menjadi istiqomah dalam menjalankan agamanya, pen..3. Bersabar atas gangguan masyarakatAllah Ta’ala berfirman ketika menceritakan nasihat Luqman kepada anaknya,يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ“Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.” QS. Luqman [31] 17 Merupakan suatu keniscayaan -atau seringkali terjadi- bahwa seorang da’i akan mengalami gangguan, baik verupa perkataan ataupun perbuatan. Hendaknya hal itu tidaklah menghalangi mereka dari konsisten berdakwah kepada Allah Ta’ala. Dan ketahuilah, bahwa para Nabi dan Rasul juga seringkali mengalami hal yang sama, dan mereka tetap berjalan untuk memberikan petunjuk kepada umatnya, pen.. Maka bersabarlah dan teruslah mengharap Juga Pemuda yang Mendapatkan Naungan Allah4. Menaati perintah dan menjauhi laranganPemuda muslim adalah orang-orang yang taat kepada Allah Ta’ala. Tidaklah mereka mendengar perintah syariat, kecuali mereka akan menjadi yang terdepan dalam melaksanakannya. Tidaklah mereka mendengar suatu larangan, kecuali mereka akan menjadi yang terdepan dalam menjauhinya. Pemuda semacam ini berhak untuk mendapatkan pahala yang banyak pada hari kiamat, di bawah naungan arsy milik Allah Ta’ala, ketika panas matahari didekatkan di atas kepala manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلا ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ ، وَشَابٌّ نَشَأ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ …“Tujuh golongan yang Allah naungi di hari yang tidak ada naungan melainkan naungan dari-Nya, yaitu pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Tuhannya … ” HR. Bukhari dan Muslim.5. Tazkiyatun nufus pensucian jiwaDan termasuk di antara yang dibutuhkan oleh pemuda Islam, dan wajib bagi kita untuk memberikan nasihat dengannya, hendaknya dia memiliki waktu khusus untuk mensucikan jiwanya. Sehingga dirinya bersungguh-sungguh dan menempa menggembleng jiwanya untuk mendirikan ibadah-ibadah sunnah yang dimudahkan baginya, seperti shalat malam, berpuasa di hari-hari yang memiliki keutamaan, dan membaca wirid dan dzikir harian. Hal ini akan meningkatkan ke-istiqamah-an untuk meniti jalan hidayah, disertai konsisten dalam menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menjaga pendengaran dari hal-hal yang munkar. Dan demikianlah seluruh anggota badannya, dia menjaganya dari terjerumus ke dalam sesuatu yang mendatangkan murka Rabb-nya dan tidak termasuk dalam perkara yang harus dicapai oleh pemuda muslim dalam masalah ini adalah menjaga kehormatan jiwanya, sebagai bentuk pelaksanaan wasiat Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berbicara kepada para pemuda,يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian semua yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena hal itu lebih dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena hal itu dapat berfungsi sebagai perisai.” HR. Bukhari dan MuslimYang dimaksud dengan “al-baa’ah” adalah kemampuan untuk menikah, seperti memberikan mahar dan nafkah kepada istri, pen.. Adapun yang dimaksud dengan “al-wijaa” adalah penjagaan, karena puasa dapat melemahkan gejolak Berkumpul dekat dengan para ulama terpercayaAllah Ta’ala berfirman,وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka Rasul dan ulil amri. Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja di antaramu.” QS. An-Nisaa [4] 83Pemuda muslim janganlah hanya mengikuti perasaan dan semangatnya saja. Hendaknya dia berjalan meniti jalan hidayah di atas bimbingan para ulama terpercaya dan para pakar yang luas ilmunya dan memiliki banyak pengalaman yang bermanfaat. Hendaklah para pemuda mengikuti nasihat mereka, dan bertindak berdasarkan musyawarah bersama mereka. Sehingga setelah itu diharapkan mereka lebih banyak memberikan manfaat kepada umat dan agamanya. Hal ini juga lebih melindungi dari propaganda terhadap para pemuda untuk membelokkan mereka dari kebenaran, dan juga lebih menyebar-luaskan cahaya kebenaran di muka Juga Bagimu Pemuda Malas, Nan Enggan Bekerja7. Menjadi teladan yang baik bagi masyarakatIni adalah kondisi penuntut ilmu dan da’i kepada Allah Ta’ala. Pemuda muslim yang memberikan pengajaran kepada masyarakat dan berdakwah kepada mereka, janganlah perbuatannya bertentangan dengan ucapannya. Hendaklah dia berhias dengan akhlak-akhlak mulia yang dia dakwahkan, melaksanakan ketaatan sebagaimana yang dia anjurkan kepada masyarakat. Dia menjadi teladan bagi masyarakat dalam memegang amanah, istiqomah, kejujuran, menjaga kehormatan, dan akhlak-akhlak mulia Bangga dengan agamanya dan tidak mengikuti orang-orang Ta’ala berfirman tentang poin ini dan juga poin sebelumnya,قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إلى قوله تعالى لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, Sesungguhnya kami berlepas diri darimu dari dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami ingkari kekafiranmu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya, Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagimu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu siksaan Allah.’ Ibrahim berkata, Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya pada mereka itu Ibrahim dan umatnya terdapat teladan yang baik bagimu; yaitu bagi orang-orang yang mengharap pahala Allah dan keselamatan pada hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha kaya lagi Maha Terpuji.” QS. Al-Mumtahanah [60] 4-6.Yang banyak kita saksikan pada hari ini di penjuru dunia yang mengikuti taqlid orang-orang kafir dalam pakaian, penampilan, dan perilaku mereka adalah kelompok pemuda. Sangat disayangkan. Oleh karena itu, di antara peran pemuda muslim adalah hendaknya dia bangga dengan agamanya. Tidak malu menampakkan syi’ar-syi’ar agamanya. Tidak pura-pura di hadapan manusia ketika beribadah kepada Pencipta-nya. Hal ini dapat menyebabkan kemarahan orang-orang kafir. Maka janganlah menyerupai perilaku dan pakaian mereka. Dengan demikian, dia menjadi contoh bagi para pemuda lainnya yang mengikuti budaya jelek orang kafir Berjihad dan mengorbankan jiwa di jalan Allah Ta’ untuk pemuda yang terakhir adalah berjihad dan mengorbankan jiwa di jalan Allah Ta’ala. Umat Islam membutuhkan kekuatan pemuda muslim. Oleh karena itu, pemuda mengerahkan dirinya dengan mudah di jalan Allah demi kemuliaan agama-Nya. Ketika orang kafir menyerang negara Islam, maka mereka bersegera untuk mempertahankan dan membela kehormatan kaum muslimin. Jika keluarga mereka diusir, maka dia melindungi dan menjaganya. Dalam setiap kondisi dia menjadi tentara Islam. Dia terlihat di mana saja ketika tenaga dan kekuatannya dibutuhkan, dengan ringan dia berkorban untuk Allah Ta’ dalam hal ini misalnya pemuda muslim dari kalangan sahabat yang mulia, seperti Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, ketika tidur di ranjang Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika hijrah. Atau seperti Abdullah bin Abu Bakr radhiyallahu anhu, ketika beliau mencari info dari Quraisy untuk diberitakan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan Abu Bakr radhiyallahu anhu. Atau seperti Usamah bin Zaid radhiyallahu anhu ketika memimpin pasukan yang di dalamnya terdapat para sahabat senior radhiyallahu nasihat untuk pemuda ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki kondisi umat Islam, dan memberikan petunjuk kepada para pemudanya untuk beramal yang diridhai Rabb-nya dan menjadikan mereka sebagai petunjuk yang menerangi jalan kebenaran. Wallahu a’ Juga Menjaga Anak dan Pemuda dari Paham Liberal dan Pluralisme***Selesai diterjemahkan di siang hari menjelang ashar, Sint-Jobskade Rotterdam, 23 Jumadil Awwal 1437Diterjemahkan dari M. Saifudin HakimArtikel This study aims to find out how the work program, the constraints, the role, the success rate, and the implementation of the program conducted by Pesantren Yatim Al-Hilal in empowering orphaned resources by building the community's caring participation for abandoned orphans. Place research conducted by the author that is in Pesantren Yatim Al-Hilal Village Rancapanggung Kec. Cililin Kab. West Bandung. The method used in this research is descriptive method, with data collection technique through documentation study, observation and interview. Because the research is qualitative, the data collected is then analyzed by selecting and classifying the data in order to facilitate the conclusion. Based on the results of research conducted on this Pesantren Yatim Al-Hilal, the authors found out that empowerment of orphans conducted by Al-Hilal pesantren by providing human resource development by improving both social and religious knowledge, by meeting the needs of life for orphans as the realization of the success of orphans in achieving their goals and can be useful for the nation, and the country. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program, kegiatan, pelaksanaan, peran dan faktor pendukung serta penghambat yang dilakukan oleh Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati Keagamaan para Pemuda. Tempat penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang bermarkas di Masjid Al- Lathiif Jalan Saninten No. 2 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Karena penelitian ini bersifat kualitatif, maka data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan memilih dan mengklasifikasikan data tersebut supaya mempermudah dalam penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini, penulis menemukan hasil bahwa komunitas Gerakan Pemuda Hijrah sangat berperan dalam menyemangati keagamaan para pemuda, terutama pengajarkan dalam hal keagamaan yang sifatnya mampu menjadikan sorang insan yang benar-benar bertakwa dan beriman kepada Allah SWT. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Diterima Pebruari 2018. Disetujui April 2018. Dipublikasikan Juni 2018 Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah Volume 18, Nomor 1, 2018, 105-124 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Istiqomah Bekthi Utami Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung *Email istiqomahutami129 ABSTRACTThis study aims to find out how the work program, the constraints, the role, the success rate, and the implementation of the program conducted by Pesantren Yatim Al-Hilal in empowering orphaned resources by building the community's caring participation for abandoned orphans. Place research conducted by the author that is in Pesantren Yatim Al-Hilal Village Rancapanggung Kec. Cililin Kab. West Bandung. The method used in this research is descriptive method, with data collection technique through documentation study, observation and interview. Because the research is qualitative, the data collected is then analyzed by selecting and classifying the data in order to facilitate the conclusion. Based on the results of research conducted on this Pesantren Yatim Al-Hilal, the authors found out that empowerment of orphans conducted by Al-Hilal pesantren by providing human resource development by improving both social and religious knowledge, by meeting the needs of life for orphans as the realization of the success of orphans in achieving their goals and can be useful for the nation, and the country. Keywords Islamic Boarding; Empowerment; Orphans ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program, kegiatan, pelaksanaan, peran dan faktor pendukung serta penghambat yang dilakukan oleh Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati Keagamaan para Pemuda. Tempat penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang bermarkas di Masjid Al- Lathiif Jalan Saninten No. 2 Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Karena penelitian ini bersifat kualitatif, maka data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan memilih dan mengklasifikasikan data tersebut supaya mempermudah dalam penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini, penulis menemukan hasil bahwa komunitas Gerakan Pemuda Hijrah sangat berperan dalam menyemangati keagamaan para pemuda, terutama pengajarkan dalam hal keagamaan yang sifatnya mampu menjadikan sorang insan yang benar-benar bertakwa dan beriman kepada Allah SWT. Kata Kunci Komunitas; Keagamaan; Para Pemuda PENDAHULUAN Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam banyak berdiri lembaga, organisasi dan komunitas Islam yang bergerak di bidang dakwah, salah satunya bukti yaitu adanya komunitas Islam. Komunitas Islamiiadalah sebuah I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124kelompok sosial dari beberapa individu Muslim dari berbagai latar belakang yang berbeda, umumnya memiliki ketertarikan dan tujuan yang sama untuk menyiarkan Islam. Komunitas Islam merupakan pendidikan luar sekolah, sudah selayaknya kegiatan-kegiatan yang bernuasa Islami mendapat perhatian serta dukungan dari masyarakat terutama para pemuda, agar tercipta insan-insan yang memiliki keseimbangan antara potensi mental spiritual dan juga potensi intelektual dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin komunitas Islam memiliki gerakan yang berbeda-beda, sesuai dengan target marketnya masing-masing yang disesuaikan dengan kemampuan. Adapun salah satu komunitas Islam untuk pemuda adalah Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Bandung. Era globalisasi ini tidak sedikit pemuda pemudi Islam yang lalai dari tujuan mereka di ciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini. Banyak di antara mereka yang memusatkan perhatian dan kerja kerasnya untuk meraih prestasi pendidikan, pekerjaan, dan kemampanan ekonomi Pemuda Hijrah adalah komunitasyang mengendepankan syariat Islam dan hukum-hukum Islam, memiliki misi yakni menyebarkan nilai-nilai Islam kedalam seluruh aktivitas pemuda dan pemudi Muslim Indonesia khususnya di Bandung, serta berperan aktif membendung serangan liberalisme dari barat yang di tunjukan kepada para pemuda dan pemudi Muslim melalui fun, food, fashion, dan seluruh anggotanya di komunitas ini anak muda atau remaja, Pemuda Hijrah berusaha agar setiap anggotanya dapat menyebarkan virus positif dilingkungan mereka masing-masing, bukan hanya kepada anggotanya tetapi jama’ah juga. Penelitian yang sebelumnya oleh Siti Aminah. 2014.Tingkat Kesadaran Anggota Badan Kontak MajelisTaklim Terhadap Pembinaan penelitian ini terfokus kepada tingkat kesadaran anggota majelis taklim terhadap pembinaan agama sedangkan penelitian penulis fokus kepada peran komunitas islam dalam menyemangati keagamaan para pemuda. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini sama-sama tentang Keagamaan yang dilakukan oleh lembaga atau komunitas Islam. Penelitian selanjutnya dengan judul Ita Nurhasanah 2015. Peranan Khithabah dalam meningkatkan kesadaran beragama Remaja. Perbedaan penelitian ini terfokus kepada peranan Khithabah terhadap meningkatan kesadaran agama remaja sedangkan penelitian penulis fokus kepada peran komunitas islam terhadap semangat keagamaan para pemuda. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini sama-sama tentang pemahaman keagamaan terhadap generasi penerus bangsa. Lokasi penelitian dilakukan di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah di pusat kota Bandung yang bermarkas di Masjid Al-Lathiif berada di Jalan Saninten No 2 Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114. Komunitas Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 Geraka Pemuda Hijrah merupakan Komunitas Islam yang bergerak di karangan para pemuda, dengan mengumpulkan pemuda dan pemudi yang mempunyai latar belakang berandalan yang ingin merubah dirinya menjadi lebih baik hijrah mendekatkan dirinya kepada Allah SWT, salah satunya dengan memperbaiki akhlak dan menjunjung tinggi nilai-nilai aqidah, tauhid dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari secara Istiqomah. Sebagai sebuah komunitas Islam yang bergerak di kalangan pemuda latar belakang berandalan. Dari itulah pemuda harus mendapatkan pengarahan dan bimbingan untuk pembentukan kedewasaan diri yang mana diperoleh dengan pendidikan keagamaan. Memang tidak mudah dan tentu banyak kendala-kendala yang dihadapi disebabkan kurangnya pengetahuan agama dan minimnya pemuda dalam mengamalkan ajaran agama. Adapun rumusan masalah penelitian yang dibuat Pertama, Bagaimana kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Dalam Menyemagati Keagamaan para Pemuda? Kedua, Apa faktor Pendukung dan Penghambat Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati Keagamaan para Pemuda ? Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif, yakni data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah di teliti. Dengan demikian, laporan penelitian akan berupa kutipan-kutipan untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin dari data wawancara, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya Moleong, 2000 4. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan realitas tersebut memiliki kualitas tertentu. Penulis berharap dengan menggunakan data kualitatif, didapatkan hasil penelitian yang menyajikan data yang akurat dan digambarkan secara jelas dari kondisi sebenarnya. Disini sesungguhnya ditekankan perspektif pandangan sosio-psikologi didasarkan atas fakta. Bagaimanapun saratan utamanya adalah pada individu dengan kepribadian diri pribadi dan pada interaksi antara pendapat intern dan emosi seseorang dan tingkah laku sosialnya Ikbar, 2012 91. HASIL DAN PEMBAHASAN Teori yang akan dijadikan landasan dalam penelitian ini adalah teori Peran, Komunitas Islam, Keagamaan, dan Pemuda. Peran merupakan aspek dinamis kedudukan status, apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan Soekanto, 2002 243. I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124Menurut Vanina Delobelle, pengertian dari komunitas adalahiisekelompok orang yang memiliki minat yang serupa atau sama dan terdiri dari 4 faktor yakni; 1 Tempat yang disepakati bersama untuk bertemu; 2 Kebiasaan dan ritual; 3 memiliki keinginan berbagi sharing; 4 influencer merintisiisesuatu hal dan para anggota selanjutnya ikut terlibat. Islam merupakaniiagama kebersihan dari cacat, kepatuhan dan perdamaian untuk memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Hal tersebut didasarkan atas arti harfiah Islam yang seakar dengan kata; 1 al-salam, berati kepasrahan, ketundukan, menyerahkan diri dan kepatuhan;2 al-salm dan al-silm, berarti aman dan damai ;3 al-salm dan al-salamah, berarti bersih dan selamat dari cacat lahir maupun batin. Orang yang berislam adalahiiorang tunduk, patuh dan menyerahkan diri dalam melakukan perilaku yang baik, supaya di dalam hidupnya bersih lahir dan batin seta akan mendapatkan keselamatan dan kedamaian hidup di dunia dan juga di akhirat.Kahmad D, 2006. Kegiatan dakwahiiadalahiisebagai proses mengajak manusia kepada Al-Islam yang dilakukan baik secara tulisan maupun secara lisan, serta bisa juga dengan aksi sosial Islam atau dengan perbuatan, baik dalam bentuk lembaga-lembaga Islam sebagai wadah untuk kegiatan mengajak yang dilakukan secara sinkronisasi, kordinasi, sistematisasi tindakan dan integrasi program dengan waktu yang tersedia dan sumber daya untuk mencapai sasaran dan tujuan dakwah Islam. AS E& Tajiri H, 200911. Menurut Agus Ahmad Safei 2016 3 Pada prakteknya, kegiatan dakwah dalam Islam sesungguhnya meliputi semua demensi kehidupan manusia. Secara demikian, kegiatan budaya, politik, ekonomi, sosial, dan lain-lain dapat dijadikan kegiatan dakwah, baik dakwah Islamiyah dakwah ila Allah maupun dakwah jahiliyah, yakni dakwah yang menjadikan neraka sebagai pelabuhan terakhir dakwah ila al-nar. Seorang da’i pun harus memiliki kemampuan diri seperti pengetahuan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah dan juga ilmu-ilmu keislaman lainnya, pengetahuan bahasa dan kesastraan, memahami karakter objek dakwah, memahami dasar dakwah, memahami tujuan dakwah, materi dakwah yang akan disampaikan kepada mad’u secara benar dan baik, dan metode dakwah dengan menggunakan metode dakwah yang sesuai dengan kemampuan dirinya dan dengan materi yang diberikan serta dengan situasi dan juga kondisi yang lebih relevan dengan objek yang dihadapi Sukayat T, 2015 102. Pengembangan masyarakat merupakan sistem dakwah berupa tathwir islam, sebagai upaya pemberdayaan atau pengembangan masyarakat islam untuk mewujudkan khairu ummah yang berbasis individu muslim yang berkualitas yang dijanjikan oleh Allah akan memperoleh ridha-Nya. Tujuan ini akan dapat tercapai manakala iman, islam, dan takwa dapat ditransformasikan menjadi tata nilai dalam kehidupan individu, kelompok, maupun institusi masyarakat, karena Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 dengan begitu manusia diposisikan pada posisi kemanusiaannya AS E, 2011 475. Komunitas Islam adalahiisebuah kelompok sosial dari beberapa individu Muslim dari berbagai latar belakang yang berbeda, yang pada dasarnya memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama untuk menyiarkan Islam. Dimana Individu-individu di dalamnya memiliki kepercayaan, maksud, kebutuhan, sumber daya, resiko, preferensi serta sejumlah kondisi lain yang sama. Komunitasiiberasal dari bahasa latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian diturunkan menjadi communis yang berarti “sama”, publik dibagi oleh semua atau banyak. Wenger T, 2002 4. Komunitas Islam melalui gerakan dakwah memegang peranan penting dalam membangun tatanan sosial berlandasan Islam baik yang berkenaan dengan, sikap, fikrah, keyakinan, serta perilaku. Hakikat dakwah dapat dilihat dari aspek sosial, yang mempuyai arti membangun Tathwir Islam. Keagamaaniiberasal dari kata “agama” yang berawalan “ke” dan berakhiran “an”. Dalam bahasa Arab agama diterjemahkan dari kata ad-Din, ad-Din yang biasa disebut agama adalah hubungan antara makhluk dengan kholiknya. Shihab Q M, 1996 210. Di dalam era globalisasi ini agama sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena banyak manfaat dari agama secara individual artinyaiiberkaitan dengan totalitas individu baik secara rohani maupun fisikAda tiga aspek yang berkaiatan dengan manfaat agama secara individual yakni; 1Agama yang diimani akan menumbuhkan sikap optimis,2 Agama menjadi pencerahan pikiran, 3 Agama yang diimani akan menimbulkan ketemtraman hati. Dan manfaat agama secara sosial berkaiatan dengan relasi-relasi kehidupan di dalam bermasyarakat dengan baik, baik seagama maupun berbeda agama, hidup tampak rukun serta harmonis, saling tolong menolong dalam kebaikan dan bertakwa, berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran. Ghazali A D, 2015 Pada masa yang akan datang, agama tampaknya akan semakin dijadikan tumpuan harapan. Ia akan menjadi tempat kembali manusia-manusia modern yang mulai rindu terhadap nilai-nilai spiritualitas. Agama juga sangat diharapkan manjadi katalisator bagi terwujudnya perdamaian dunia yang hingga kini masih merupakan impian. Safei A A, 2017 138. Dalam menyemangati keagamaan tentu tidaklah mudah hal ini karena banyak faktor yang mendukung maupun menghambat. Ada beberapa faktor yang mendukung dan penghambat diantaranya; 1Tersedianya sarana prasana yang memadai, 2Memiliki manajemen pengelolaan yang baik, 3Adanya semangat pada diri jamaah, 4Adanya komitmen dari ketua, anggota dan jamaah, 5Adanya tanggung faktor penghambat menyemangati keagamaan diantaranya; 1Saranan yang kurang memadai, 2Dalam pengelolaan I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124kegiatan cenderung kurang terkoordinir, 3Jamaah kurang tesponsive dalam mengikuti kegiatan, 4Tidak adanya kerjasama yang baik dari ketua, anggota dan para jamaah sendiri, 5Kurang adanya tanggung jawab.Robiatun, 1995 Wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dalam QS. Al-Alaq [96] 1-5 menunjukan pentingnya arti belajar dalam kehidupan dan menuntut agar umat Islam untuk belajar dalam upaya untuk mencari ilmu terutama ilmu tentang keagamaan. Di samping itu, untuk memotivasi agar semangat menuntut ilmu agama, allah menjajinkan untuk memberikan tempat khusus bagi orang yang beriman dan berilmu. Orang yang berilmu memiliki tingkat ketakwaan yang lebih tinggi. Kenyataan ini dapat menjadi alasan untuk menyatakan bahwa menuntut ilmu khususnya ilmu agama itu hukumnya wajib. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang “Kepemudaan” menyatakan bahwa “pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 enam belas sampai 30 tiga puluh tahun. Pemuda adalahiigenerasi yang dipundaknya dibebani berbagai harapan, terutama dari generasi yang akan datang. Hal ini dapat dipahami kerena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang harus melangsungkan dan juga mengisi estafetiipembangunan secara berkelanjutan Mukhlis, 2007;1. Dilihat dari segi pembangunan nasional, dimana hakekat dari pembangunan nasional adalahiipembangunan Manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat seluruhnya, maka pemuda sebagai sumber potensi bangsa harus dibina dan juga dikembangkan dengan sebaik-baiknya, untuk menghantarkan pemuda-pemuda ke masa yang akan datang sebagai suatu generasi yang memiliki iman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, demokratis, kreatif, berakhlak baik, inovatif, cerdas, sehat, bertanggungjawab, dan mempuyai jiwa kepemimpinan, kepeloporan, kewirausahaan serta kebangsaan yang berlandasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Pemuda muslim, diciptakan untuk tetap konsekwen kepada konsepsi Robbani yang suci dari rona-rona kebatilan, baik yang datang dari depan maupun dari belakang. Pemuda muslim diperintahkan Allah untuk siap dipimpin dan loyal kepada-Nya. Karena misi besar yang di berikan Allah kepada pemuda muslim adalahiimemberlakukan hukum-hukum-Nya di seluruh kehidupan, baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat bahkan sampai penjuru dunia serta untuk mengalihkan manusia dari perhambaan terhadap sesamanya. Juga untuk membebaskan umat manusia dari alam yang sempit menuju alam bebas Islam sangat memperhatiakan para pemuda. Untuk mewujudkan misi tersebut, pemuda muslim harus memiliki lima macam kriteria dan semua kriteria ini harus benar-benar diyakini sepenuhnya, yakni 1 Iman yang kuat, harus menjaga hati agar iman tidak mudah surut dan Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 goyah, 2 Keikhlasan yang sungguh-sungguh, keikhlasan yang tidak dibuat-buat atau riya, 3 Tekad yang kuat tanpa rasa takut, menyampaikan risalah-risalah Allah tanpa ada rasa takut kepada seorang pun kecuali kepada Allah, 4 Usaha yang berkesinambungan , tidak mengenal rasa jenuh dan malas. Enizar. 2007 Oleh sebab itu, bila mengikuti dinamika perkembangan sejarah dalam setiap dimensi, maka umat Islam akan mengatahui bahwa yang menjadi pengibar panji-panjinya, yang menjadi pilar penyangga kebangkitan Islam, serta menjadi panglima perangnya semua itu didominasi oleh tunas-tunas muda muslim yang sarat dengan iman. Pemuda Muslim yang dikatakan pemuda-pemuda beriman, dan untuk pemuda muslim Allah akan memberikan tambahan taufik dan hidayahnya. Penelitian ini dilaksanakan di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah di pusat kota Bandung yang bermarkas di Masjid Al-Lathiif berada di Jalan Saninten No 2 Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114. Terbentuknya komunitas Gerakan Pemuda Hijrah berawal dari tujuh orang pemuda salah satunya adalah kang yang suka mencari tempat kajian ta’lim seperti di masjid-masjid di kota Bandung, dengan tujuan agar lebih dekat dengan Allah, salah satu masjid di kota Bandung yaitu masjid Al- Lathiif yang mengadakan kajian rutin di setiap hari Rabu Sore. Pada tahun 2012 mereka sedang mengikuti kajian ta’lim di Masjid Al-Lathiif jalan Saninten No 2 Bandung yang mengisi kajiannya adalah Ustadz Tengku Hannan Attaki. Lc, sebelumnya Ustadz Hannan Attaki sudah 8 tahun mengisi kajian di masjid Al- Lathiff yang jamaahnya hanya satu atau dua shaf saja, pada awalnya yang mengikuti kajian ta’lim Ustadz Hannan Attaki adalah para manula dan melihat dari tahun ketahun ada juga para pemuda yang mengikuti kajian, pada akhirnya Ustadz Hannan Attaki memberikan perhatian yang lebih terhadap para pemuda. Berjalannya waktu mereka sering berkumpul dan berdiskusi dengan pemikiran yang sama. Mereka pun membuat sebuah acara yaitu “Brigez berdzikir”, dan allhamdulilah sukses, setelah acara itu selesai, tercetuslah untuk membuat suatu gerakan di bidang dakwah yang aktor utamanya adalah para pemuda. Maka berdirilah gerakan dakwah yang bisa menarik perhatian para pemuda yang diberi nama Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah atau sering disebut “Shift”. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah terbentuk pada tanggal 05 Maret 2015, dengan semangat usaha dan kerja keras dari anggota komunitas. Hingga saat ini menjadi tempat yang dapat menampung para pemuda yang ingin berhijrah, yang tidak hanya hijrah dengan menjadikan dirinya memiliki tanda di kening, berjanggut dan memakai gamis panjang tetapi hijrah untuk memperbaiki diri dan lebih dekat dengan Allah agar menjadi pribadi yang lebih baik. Makna dari kata SHIFT adalah berasal dari bahasa Inggris yang artinya I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124ber-alih atau pindah. Pada saat terciptanya komunitas Islam ini yang diberi nama SHIFT dan kata Pemuda Hijrahnya hanya sebuah tagline kecil saja. Namun pada saat ini masyarakat khususnya para pemuda lebih pengetahui atau lebih kenal dengan sebutan Pemuda Hijrahnya. Pada awal berdirinya komunitas Islam ini ketujuh pemuda tidak memakai istilah hijrah, karena terlalu berat mengemban amanah sebab tidak ada yang belakang pesantren. Dengan bantuan serta arahan dari Ustadz Hannan kemudian para pemuda tersebut bisa menjalani tanggung jawab dan amanah yang diberikan untuk mengajak pemuda khususnya di Kota Bandung untuk kembali kepada jalan yang lebih baik dan amar ma’ruf nahyir mungkar. Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 16 Januari 2018 Agar luang ringkup cangkupan dakwahya tidak terlalu luas, dan ada batasan serta tujuan yang harus di capai oleh komunitas maka komunitas ini diberi nama Gerakan Pemuda Hijrah. Sebenarnya komunitas Geraka Pemuda Hijrah ini berkeinginan untuk merangkul semua kalangan masyarakat, namun melihat dari kemampuan setiap individu yang ada di komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini terbatas, maka cakupan dakwahnya pun hanya kepada para pemuda dan ada juga orang tua namun jumlahnya sedikit di banding dengan karangan muda. Walaupun begitu, pada akhirnya semua gerakan dakwah Islam memiliki tujuan yang sama yaitu untuk “kemenangan Islam”, baik yang bersifat independent, organisasi maupun komunitas. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah lebih di dominasi oleh para kaum laki-laki, maka dari yaitu penamaan komunitas ini lebih condong dengan kata pemuda. Hijrah disini maknanya adalah bergerak menuju sesuatu dengan meninggalkan sesuatu, jadi bukan hanya menuju tetapi juga meninggalkan, yang dituju adalah apa yang di perintahkan oleh Allah dan meninggalkan ada yang di larang olehnya. Pemuda yang dikatakan hijrah bukan hanya pemuda yang pada masa lalu memiliki pengalaman hidup yang kelam, tetapi pemuda yang sudah memiliki keinginan dan keyakinan untuk melepaskan sesuatu menuju sesuatu yang lebih baik. Jumlah anggota di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah 250 orang, yang terdiri dari 50 penggerak yang bertugas membuat konten-konten dakwah, vidio, editing dll dan 200 di tarbiyah namun tidak aktif semua karena bermacam-macam profensi yang menjadi hambatan ketidak aktifan mereka dalam berbagai program komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 16 Januari 2018 Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini sebagai wadah bagi anak muda yang mau hijrah, pada saat waktu itu sebelum adanya pemuda hijrah banyak anak muda yang pengen hijrah tetapi tidak ada fasilitas khusus anak muda. Maka dari itu kami dan teman-teman yang dibimbing oleh Ustadz Hanan membentuk sebuah komunitas yang bisa menfasilitasi anak muda yang mau hijrah Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 16 Januari 2018 Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah merupakan sebuah komunitas pemuda yang memfasilitasi para anggota dan jama’ahnya untuk lebih dekat kepada Allah SWT. Di dalamnya terdapat banyak para Muslim dan Muslimah yang berhijrah atau berpindah dari kondisi yang sebelumnya belum mengenal Allah SWT kepada kondisi sekarang yang jauh lebih baik dan sudah mengenal Allah SWT. Komunitas Islam adalahiisebuah kelompok sosial dari beberapa individu Muslim dari berbagai latar belakang yang berbeda, yang pada dasarnya memilikitujuan dan ketertarikan yang sama untuk menyiarkan Islam. Dimana Individu-individu di dalamnya memiliki kepercayaan, maksud, kebutuhan, sumber daya, resiko, preferensi serta sejumlah kondisi lain yang sama. Komunitasiiberasal dari bahasa latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian diturunkan menjadi communis yang berarti “sama”, publik dibagi oleh semua atau banyak. Wenger E, 2002 4. Kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Kegiatan yang telah dilakukan oleh Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda, di menunjukan bahwa keberadaan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting bagi para pemuda yang ingin hijrah atau memperdalam agama Islam. Pembinaan pada generasi muda sangat diperluakan agar para pemuda menjadi generasi muslim yang berakhlaq, beriman, bertaqwa, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT mencapai keridhaan-Nya. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Kang Inong selaku ketua dan teh Diah selaku anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah, bahwa dalam menyemangati keagamaan para pemuda dilakukan dengan dua program kegiatan yang menjadi konsentrasi komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yakni; 1 program internal dan 2 program eksternal. Program internal sendiri fokus pada pendidikan anggota terhadap pemahaman Islam lebih jauh lagi, untuk mereka yang telah tumbuh kecintaannya pada Islam, maka disediakan wadah yaitu tarbiyah, tarbiyah disini merupakan sebuah fasilitas bagi anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang ingin berjuang bersama membangun kehidupan Islam di dalam jiwa para pemuda. Tarbiyah dibagi menjadi 2, ada tarbiyah satu dan dua. Tarbiyah satu untuk anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang sudah lama bergabung atau angkatan pertama 2015, dan tarbiyah dua yang baru bergabung tahun 2017 baik ikhwan I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124ataupun akhwat. Ikhwan dan akhwat dipisah dalam semua kegiatan internal ini. Kegiatan tarbiyah akhwat satu diadakan setiap hari Sabtu jam dan tarbiyah dua setiap minggu jam yang mengisi kajiannya umi Hanen dan umi Aisyah tentang akhlak dan tauhid adapun kang Inong yang lebih membahas tentang pergerakan. Sedangkan tarbiyah ikhwan diadakan setiap malam senin dan selasa yang mengisi kajiannya Ustadz Hanan, Abi Diky dan kang Inong yang lebih membahas tentang pergerakan. Program eksternal, menyediakan fasilitas untuk pemuda yang ingin hijrah dan ingin memperdalam ilmu agama, agar dapat menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap Islam. Diantaranya adalah kegiatan yang pertama,Kajian Rutin Komunitas Gerakan Pemuda rutin yang diadakan yaitu sama halnya seperti kajian-kajian yang sering diadakan oleh suatu majlis ta’lim atau suatu organisasi lain pada umumnya. Namun yang membedakan kajian Gerakan Pemuda Hijrah dengan yang lainnya adalah suasananya. Suasana yang dibangun oleh tim Pemuda Hijrah pada saat ini lebih bersifat “kekinian” dalam arti dari segi pembahasannya, cara penyampaian materinya, hingga penampilan sang Ustadz dan membawa acara yang menyesuaikan pada saat ini. Kajian ini dilaksanakan setiap hari Rabu, Kamis dan Sabtu oleh para Ustadz-Ustadz muda seperti Ustadz Hannan Attaki, Ustadz Evie Efendi, Ustadz Imam Nuryanto, Ustadz Yusuf Burhannuddin, Ustadz Bawazier, Ustadz Rizal Abu Mikyal, Ustadz Lukman Nurhakim dan masih banyak kajian Kamis dan Sabtu biasanya dilakukan di masjid Al-Lathiif. Khusus hari Rabu diadakan di masjid Agung Trans Studio Bandung karena jamaah yang membeludak bisa dua sampai empat kali lipat dari kajian pada hari Kamis dan Sabtu. Bisa dikatakan kajian hari Rabu ini adalah prodaknya Pemuda Hijrah. Semua kajian di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini bisa dilakukan secara online dan offline. Seorang da’i pun harus memiliki kemampuan diri seperti pengetahuan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah dan juga ilmu-ilmu keislaman lainnya, pengetahuan bahasa dan kesastraan, memahami karakter objek dakwah, memahami dasar dakwah, memahami tujuan dakwah, materi dakwah yang akan disampaikan kepada mad’u secara benar dan baik, dan metode dakwah dengan menggunakan metode dakwah yang sesuai dengan kemampuan dirinya dan dengan materi yang diberikan serta dengan situasi dan juga kondisi yang lebih relevan dengan objek yang dihadapi Sukayat T, 2015 102. Seorang da’i juga harus memahami psikologi remaja apalagi yang menjadi sasaran dakwahnya para kawula muda Ratnawati, 2016. . Kegiatan, kedua Ladies Day adalah suatu kajian yang diadakan oleh Gerakan Pemuda Hijrah yang di khususkan untuk para pemudi wanita yang di laksanakan setiap hari Sabtu atau Minggu jam delapan pagi oleh Ustadzah Hannen. Mengenai materi-materi kajian yang disampaikan pun yakni seputar kajian seputar jamaah dari Ladies Day juga cukup Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 pesatbisa mencapai 1000 orang setiap kajian sampai teras masjid Al-Lathiif. Kegiatan, ketiga Qiyamul lail yang terkenal dengan sebutan Qiyam yang diambil dari bahasa Arab yang artinya mengikuti arti aslinya yakni bangun malam untuk melaksanakan ubadah-ibadah yang disunnahkan oleh Nabi seperti shalat tahajud, shalat hajat, shalat witir, tadarus Al-Quran dan ibadah-ibadah lainnya. Qiyamul lail sebagai salah satu kegiatan di komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang dilaksanakan pada hari Minggu pukul WIB dini hari, dilakukan secara berjamaah hingga menjelang subuh. Setelah itu dilanjut tadarus berjamaah, para jamaah pun antusias dengan kegiatan ini, sampai-sampai keluar dari teras masjid saking banyak jamaah yang mengikuti kegiatan ini. Biasanya Qiyamul lail di pimpin oleh Ustadz Hanan, Ustadz Muzammil, Ustadz Pratama Yoga, Ustadz Zaenal Akbar, Ustadz Hasbyarrasyid dan Ustadz yang muda lainnya. Kegiatan, keempat Maqomat merupakan suatu kajian yang lebih memokuskan pada cara-cara belajar irama dan lagam dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran atau yang terkenal dengan sebutan Qira’at, ada 7 macam jumlah maqomat yang ada, salah satunya adalah 1 maqomat hijaz, 2 maqomat nahawand, 3 maqomat bayati, 4 maqomat kurdey. Dari keempat maqomat tersebut yang sering digunakan dalam kegiatan maqomat learning, karena lafalnya yang tidak terlalu sulit serta cocok dengan pelafalan lidah orang Indonesia, kegitan tersebut dilaksanakan setiap hari Jum’at ba’da Magrib oleh Ustadz Muzammil. Kegiatan, KelimaShiftUlin, Ulin berasal dari bahasa Sunda yang artinya main atau bermain. Kegiatan Shift Ulin sebagai ajang pengenalan bakat para pemuda yang memiliki keahliaan dibidangnya masing-masing seperti Skateboarder, Pelukis, sepedah, Disx Jakey dan lain-lain. Kegiatannya pada acara “ Youth Tawhed Fest” yang dilakukan di pelantara Masjid Al-Lathiif pada tanggal 12 Juni 2015 silam, pada kegiatan malam harinya yaitu Shalat Tahajjud bersama dilanjut dengan mengaji Al-Qur’an.. Seperti slogan yang dibuat oleh komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yakni “Banyak main, banyak pahala, sedikit dosa” dan “Taat tapi asyik”. Kegiatan, keenam tabligh akbar dengan tema-tema yang dapat membangun keimanan para pemuda. Kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi sharing pengalaman dari setiap anggota komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. Tujuan diadakan kegiatan ini selain untuk mengumpulkan seluruh pemuda dalam satu tempat besar, tabligh akbar ini menjadi ajang silaturahmi antara komunitas-komunitas kepemudaan yang tabligh akbar biasanya diadakan ketika ada perayaan hari-hari besar Islam PHBI Kegiatan, ketujuh olahraga berjamaahyangdilaksanakan setiap hari minggu pagi, tujuannya selain melatih tubuh agar sehat lahir dan batin juga sebagai ajang silaturahmi antar satu sama namanya olahraga berjamaah namun tetap dibalut dengan suasana dakwah sebab slogan dari komunitas Gerakan I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124Pemuda Hijrah ini adalah “Banyak main, banyak pahala, sedikit dosa” dan “Taat tapi asyik”. Kegiatan, kedelapan tahsin Al-Quran sudah rutin dilakukan sejak berdirinya Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dan pada saat bulan Juli 2017 berkerja sama dengan Pusdiqu Pusat Studi Quran Al-Lathif. Tujuan utamanya adalah agar para pemuda dapat membaca Al-Quran dan menghapal Al-Quran, dengan pengarahan dari Ustadz Atep yang berprofensi sebagai Disc Jokey, Ustadz Hasbyar Rasyid. Pelaksanaanya setiap hari Kamis ba’da Maghrib, dan setiap malam Sabtu. Paara pemuda diarahkan dengan seksama sampai betul-betul mahir membaca dan menghapal Al-Quran. Kegiatan, kesembilan Shift Giving Everyday merupakan program baru di tahun 2018 yang di mulai pada bulan Januari awal, tujuannya memberikan suguhan ilmu yang bermanfaat baik berupa jasa, ilmu, pelayanan dan produk serta untuk membuat anak-anak muda semangat pergi ke Masjid dintaranya kegiatan; 1pemeriksaan kesehatan gigi, 2 penggobatan bekam archery coaching, 3 kursus make up kecantikan dan workshop startup bisnis, 4 materi self branding, 5 free coffee6 kursus fotografi, 7 kursus design grafis, 8 potong rambut gratis untuk para ikhwan, 9 Bimbel Mafikibi untuk anak-anak SMP dan SMA, 10 kursus toefl, 11 workshof digital markrting, 12 coaching clinic sepak bola dengan Eka Ramdani. Dan kegiatan yang sampai saat ini masih berjalan adalah free coffee, di free coffe ini parabisa belajar bareng membuat coffee, dan menikmati coffe secara gratis sebab hanya membayar dengan senyuman. Kegiatan, kesepuluh kegiatanselama bulan ramadhan seperti 1 kegiatan ramadhan di markas atau pesantren kilat bagi pemuda, 2 kedua adalah iftor dan sahur gratis, 3 taraweh bersama dan qiyamulallaildi 10 hari terakhir yang di imami oleh Ustadz muda, seperti Ustadz Hanan, Ustadz Muzammil, Ustasdz Rahmat Baequni dll, 4 ngabuburide. Kegiatan, kesebelas buka bersama puasa sunah Senin dan Kamis ini dilaksanakan di markas Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yakni di Masjid Al-Lathif, kegiatan ini bertujuan agar para pemuda semangat pelaksanakan ibadah puasa sunah, saling bersilaturahmi, dan agar semangat pergi ke masjid. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah memberikan kurang lebih 200 porsi, yang berupa minuman, nasi, lauknya, agar-agar, gorengan, kue dan yang lainnya. Kegiatan, keduabelas Teras Tahfidz ini Shift berkerja sama dengan Masjid Al-Lathif merupakan kegiatan baru di bulan Juli tahun 2018, tujuannya di adakan teras tahfidz ini untuk menyalurkan bakat anak muda yang ingin menghapal Al-Quran dan menjadi imam muda. Ada tiga program yakni 1 Stay mondok, 2 Freelance, 3 Internal atau untuk anggota Komunitas Gerakan Pemuda untuk mengikuti kegiatan ini adalah untuk laki-laki, minimal usia 15 tahun, mengikuti tata tertib yang berlaku, memiliki semangat untuk menghapal Al-Quran, kominmen dalam menghapal Al-Quran, lancar membaca Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 Al-Quran. Dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah , banyak para pemuda dan pemudi yang semangat pergi ke Masjid dan mereka semangat mempelajari ilmu keagamaan atau hijrah, sebab dengan ilmu keagamaan hidup akan terarah dan akan teratur sehingga terhindar dari perbuatan yang negatif. Kegiatan dakwahiiadalahiisebagai proses mengajak manusia kepada Al-Islam yang dilakukan baik secara tulisan maupun secara lisan, serta bisa juga dengan aksi sosial Islam atau dengan perbuatan, baik dalam bentuk lembaga-lembaga Islam sebagai wadah untuk kegiatan mengajak yang dilakukan secara sinkronisasi, kordinasi, sistematisasi tindakan dan integrasi program dengan waktu yang tersedia dan sumber daya untuk mencapai sasaran dan tujuan dakwah Islam. AS E& Tajiri H, 200911. Faktor Pendukung Dan Penghambat Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Dalam Menyemangati Keagamaan Para Pemuda Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah mempuyai peran yang sangat penting saat ini karena bagi para pemuda yang ingin dekat dengan Allah SWT. Sekarang ini banyak para pemuda dan pemudi yang berhijrah dari kondisi yang sebelumnya belum mengenal Allah SWT, kepada kondisi sekarang yang jauh lebih baik dan sudah mengenal Allah SWT, karena para pemuda semangat untuk mencari ilmu agama. Ada beberapa faktor pendukung dan penghambat peran yang dilakukan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda. Faktor pendukung adalah hal-hal yang membantu Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah baik secara internal ataupun secara eksternal. Sedangkan faktor penghambat adalah hal-hal yang menghambat peran Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda baik secara internal ataupun eksternal. Faktor pendukungInternal diantaranya; Pertama Street Outreach Dakwah Jalanan. “Justru sebenernya lebih banyak selain kajian, salah satunya shift ulin, nah shift ulin ini banyak variannya dan sering, sebenenya kegiatan dakwahnya lebih banyak ulin. Karena main ini lah yang membuat kita berempati. Sekmen dakwah kita kan anak muda jadi harus gimana dakwah ke anak muda, kita harus tahu perasaan anak muda apa, harus tahu maunya mereka apa, bahasa apa yang masuk untuk mereka, biar tahu kaya gitu gimana caranya, bergaul dengan mereka itu salah satu program kita banyak agenda-agenda main, kumpul sama anak komunitas apa, bikin acara keluar bareng sama komunitas apa, lebih banyak itunya”. Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 16 Januari 2018 Kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah selain Kajian dll. Kegiatan I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124Ramadan dan yang ulin maindengan komunitas-komunitas seperti komunitas skateboard, vespa, sepedah, geng motor Brigez dan XTC, Disx Jakey dan yang lainnya. Seperti yang sudah diketahui salah satu geng motor terbesar di Indonesia khususnya di kota Bandung yakni Brigez dan salah satu mantan anggota geng motor Brigez adalah Ustadz Evie Effendie yang sudah berhijrah dan bergabung dengan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. Sebab Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini menerima mereka yang ingin hijrah dengan apa adanya, baik mereka yang masih bertato, untuk membantu mereka menjadi lebih baik lagi. Dengan dakwah jalanan ini Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dapat diterima oleh anak-anak muda. Faktor pendukung Internal, keduatema dakwah kekinian. “Sebelum Ustadz memberikan ceramah, kita selalu berdiskusi dulu mengenai isu-isu yang lagi hangat di bicarakan anak muda baik di dunia maya atau nyata teh setelah itu kita hubungkan dengan ceramah yang akan di sampaikan Ustadz”.Wawancara dengan anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah; Teh Diah, 23 Mei 2018. Sebelum memberikan ceramah, Ustadz hanan dan yang lainnya terlebih dahulu di berikan briefing dengan anggota Pemuda Hijrah mengenai isu-isu yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan anak muda saat ini ataupun para Ustadz terlebih dahulu mencari bait-bait atau informasi tentang apa yang belakangan menjadi pembicaraan masyarakat di dunia maya, yang nantinya kemudian isu-isu tersebut di kaitkan dengan ceramah yang akan disampaikan. Inilah salah satu daya tarik anak bagi para jamaah khususnya jamaah anak muda atau remaja, sang Ustadz kerap membahas tentang status single, mencari karir yang kebanyakan dialami oleh para jamaah. Faktor pendukung Internal, ketiga bahasa dakwah yang mudah dipahami anak muda. “Ustandz muda khusunya Ustadz Hanan iya teh, rasanya membuat orang mudah terbawa untuk berhijrah, kata-katanya itu memang singkat tetapi penuh makna untuk kehidupan, mudah dipahami anak muda, sasarannya ke anak muda banget teh”. Wawancara dengan anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah; Teh Diah 23, Mei 2018. Penampilan Ustadz yang menyesuaikan dengan para jamaah yang membuat suasana menjadi cair dan jamaah tidak sungkan. Bahasa- bahasa yang di gunakan saat menyampaikan ceramah pun menggunakan bahasa yang ringan dan masuk dikalangan anak muda serta bahasa-bahasa yang kekinian. Selain Ustadz Hanan ustadz yang lainnya pun seperti itu. Ustad Handy Bonny misalnya, melakukan pengelolaan kesan dengan baik dan menghasilkan citra yang baik dihadapan publik. Ia menggunakan media sosial sebagai panggung dalam berdakwah dengan tema dan desain yang menarik. Ia juga berpenampilan “casual” sehingga mudah diterima oleh anak muda, juga bertingkah laku yang santun, santai, tidak menggurui, menggunakan bahasa yang ringan tetapi tetap menjaga etika dan kesopanan. Dengan Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 mengetahui pengelolaan kesan pada da’i diharapkan pesan dakwah untuk menyeru ke jalan Allah lebih mudah tercapai.Fatoni ,U. & Rais, 2018. Faktor pendukung Internal, keempat Fasilitas yang cukup memadai. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah didukung oleh fasilitas yang cukup memadai. Fasilitas tersebut seperti tempat pengajian, tempat bermain dan yang lainnya. Dengan adanya fasilitas tersebut dapat membantu pelaksanaan kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. Faktor pendukung Internal, kelima kinerja anggota komunitas gerakan pemuda hijrah. “Posnya ada tapi yang ngisinya bergantian, sebenernya berlomba-lomba sih mereka, punya jiwa ingin berdakwah, ingin berbuat sesuatu untuk dakwah jadi mereka dengan suka rela mengeluarkan waktu dan tenaganya untuk berdakwah”. Wawancara dengan anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah; Teh Diah, 23 Mei 2018. Semangat yang membara dari anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam mengurusi semua keperluan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dari mulai membuatan poster, vidio, editing, poto dan yang lainnya. Kinerja yang baik dan sesuai dengan bidangnya masing-masing menjadi poin penting. Faktor pendukung Internal, keenam Dakwah melalui Media Sosial. “Salah satu elemen yang terlihat sekarang yaitu lewat kajian tapi kajian ini ada online dan offline, itu yang isti liat di instagram, one Minute Booster, yang di kajian itu bisa di bilang follow up dari tren yang di lihat di media sosial nahh kan orang sroll instagram ini ada di dengerin dia suka, mensen ke temennya dan pengen liat langsung”. Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 16 Januari 2018. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini, untuk menarik perhatian para pemuda dengan menggunakan media sosial seperti Instragram Pemuda Hijrahdengan 1,5 M pengikut, Youtube Pemuda Hijrahdengan subscriber, Facebook Pemuda Hijrah, Instragram Ustadz Hanan Ataki dengan 3,7 M pengikut. Dengan tema yang menarikdan poster , vidio yang unik sehingga menarik perhatian para jamaah. Lewat vidio one minutes booster dan kajian yang bisa di lihat secara online ataupun offline. Karena dengan metode dakwah dengan menggunakan sosial media, dakwah bisa dilakukan dimana saja tidak mesti di tempat yang sama, dan jika para jamaah mempunyai pekerjaan atau kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan, maka akan tetap bisa mengikuti kajian-kajian dari Pemuda Hijrah tanpa harus datang ke lokasi kajian berlangsung dan juga tidak meninggalkan pekerjaan yang ada. Faktor pendukung Internal, ketujuhPendanaan merupakan salah salah satu faktor pendukung, pendanaan Mandiri ini berasal dari para jamaah dan untuk jamaah juga. Cara itu dilakukan dengan adanya celengan yang di kelilingkan di setiap kegiatan, ada juga yang melalui rekening ke yayasan Pemuda Hijrah, I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124biasanya yang melalui rekening untuk kegiatan donasi yang dilakukan bila ada bencana alam, Suriah dan untuk buka puasa sunah Senin dan Kamis. Faktor pendukung Internal, kedelapan Penampilan Ustadz yang Menarik para Pemuda. “Banyak diantara temen-temen ketika diajak untuk ikut pengajian, mereka merasa takut dan malu duluan, karena melihat penampilan Ustadz yang memakai gamis panjang lengkap dengan sorban dan kopiah dan juga mereka merasa akan dicerahami dengan dalil-dalil Al-Quran. Maka dari itu saya dan teman-teman berdiskusi dengan Ustadz Hanan agar para pemuda tidak takut duluan dan hasilnya seperti teteh liat sendiri kalau Ustadz ceramah pakeannya seperti anak muda”. Wawancara dengan ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah; Kang Inong, 11 Januari 2018. Saat menyampaikan ceramahnya Ustadz di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah mereka biasanya memakai kemeja flannel, kupluk, jaket kulit yang menjadi ciri khas ustadz di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini. Hal ini semata-semata dibuat agar para jamaah yang kebanyakan anak muda merasa nyaman ketika sedang menghadiri kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Faktor pendukung eksternal pertama adanya hubungan antara Komunitas dan Masyarakat yang cukup baik. Karena anggota Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah terbuka dengan masyarakat di sekitar. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ikut membantu masyarakat yang membutuhkan. Dampak dari hubungan baik itu mereka saling memberi dukungan seperti pada bulan Rammadan, masyarakat memberikan tajil kepada jamaah Komunitas Gerakan Pemuda dan masyarakat pun ikut dalam kajian, solat taraweh bareng, serta pada saat sholat idul fitri bersama masyarakat yang di laksanakan di luar Masjid Al-Lathif. Faktor pendukung eksternal kedua, adanya semangat jamaah untuk mengikuti kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. “Komunitas pemuda yang memiliki tujuan dakwah positif dengan cara yang mudah diterima kalangan pemuda masa kini, bahasa kajian pemuda hijrah sangat relevan dengan kehidupan beragama khususnya anak muda dan juga kajian ini bukan sekedar mendengar dan mencatat. Tapi bergaul dan bersosial, lebih bisa diterima oleh orang-orang yang baru mencoba seperti saya”. Wawancara dengan Jamaah Teh Oca, 23 Mei 2018. Semangat dari jamaah untuk menuntut ilmu agama di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. Karena bahasa yang mudah di cerna dan tidak berat, tema-tema yang menarik perhatian anak muda, mereka pun bisa menambah teman dan Ustadz-ustadz muda yang merangkul anak muda untuk mengikuti semua kegiatan di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah khususnya kajian di hari rabu, karena pada hari Rabu jamaah selalu membeludak, biasanya tempat kajiannya pun berpindah-pindah seperti di Masjid Agung TSM, Masjid Pusdai, pernah juga di Masjid Istiqomah dan di Masjid-masjid di kampus-kampus UNPAD, UNISBA, TELKOM DLL. Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 Salah satu bentuk semangat para jamaah dapat dilihat dari perkembangan jamaah dari tahun ke tahun awalnya kajian hari Senin dan Sabtu mencapai 400 lebih, dan hari Rabu 800 lebih sedangkan saat ini kajian hari Sabtu bisa mencapai 1000 orang dan kajian di hari Rabu bisa mencapai 4000 lebih orang. Di tahun ketiga ini kajian hari Senin di hapuskan. Faktor pendukung Eksternal ketiga Lokasi yang Strategis. Lokasi Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah atau yang sering disebut sebagai markas Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini bertempat di Masjid Al-Lathif jalan Saninten No 2 Bandung. Tempatnya sangat strategis di tengah kota Bandung, dan mudah dilalui baik dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat dan kendaraan umum. Selain di Masjid Al-Lathif, Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah menggunakan Masjid-masjid di Kota Bandung seperti Masjid Trans Studio Bandung, Masjid Istiqomah, Masjid Pusdai dan Masjid di kampus-kampus khususnya dalam kegiatan kajian setiap hari Rabu. Hal tersebut menjadikan para jamaah banyak yang mengikuti kajian. Di liat dari sudut pandang geografis, Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini masih bisa berkembang lagi. Faktor penghambat Internal, pertama Pengelolaan SDM yang masih kurang memadai. “SDM karena masih banyak dari penggerak kita yang sifatnya palentir jadi ketika ada yang harus di kerjakan orangnya lagi ngak ada, misalnya mau bikin vidio tukang vidionya lagi kerja, mau bikin poto tukang potonya lagi ada orderan, dan rata-rata pas masih jomblo kerjanya bagus semangat udah nikah agak-agak ilang”. Wawancara dengan Ketua Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah Kang Inong, 11 Januari 2018. Sumber Daya Manusia menjadi salah satu masalah di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah, karena diantara anggota khususnya penggerak yang memiliki kesibukan pekerjaan masing-masing dan sudah menikah, sehingga kurang terfokuskan untuk komunitas, yang mengakibatkan tugas-tugas tidak sesuai dengan rencana. Faktor penghambat Internal, kedua dana. Sama seperti di dalam faktor pendukung, yakni masalah dana, karena apabila dana masih kurang maka kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah akan sedikit terkendala dan mengakibatkan terhambat. Faktor penghambat Internal, ketiga kurangnya pemahaman di dalam Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yang mengakibatkan terhambat dalam kegiatan-kegiatan, karena di dalam sebuah komunitas terdiri dari beragam sumber daya manusia yang memiliki keunikan masing-masing, status sosial, aspek psikologis dan latar belakang yang berbeda-beda. Untuk itu di butuhkan komunikasi yang baik agar tercapai kerjasama, bersinergi dan harmonis agar tercipta pemahaman di antara anggota komunitas. Faktor penghambat Eksternal, pertama Sulit mencari tempat parkir I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124terutama bila ada kegiatan di markas atau di Masjid Al- Lathif, karena lahan parkir sangat sedikit sekali, sebab Masjid Al-Lathif berada di tengah-tengah kompleks warga. Sampai-sampai para jamaah harus ikut parkir di garasi atau di depan rumah warga, dan bila kajian di Masjid Trans Studio Bandung pun sulit untuk mencari tempat parkir, para jamaah mengaku bila parkir di dalam Trans Studio Bandung itu aman tetapi biaya parkirnya lumayan mahal, dan ada juga jamaah yang parkir di Indomaret, rumah-rumah warga yang menediakan parkir dadakan. Faktor penghambat Eksternal, kedua Jamaah kurang jumlah jamaah yang banyak sekali khususnya dalam kegiatan kajian di hari Rabu yang biasanya di laksanakan di masjid TSB yang mana didalam masjid sudah tidak tertampung sehingga sampai luar dan area parkir bis pariwisata pun penuh, bila hujan jamaah yang berada di luar kurang fokus dan ada juga beberapa jamaah yang datang hanya untuk bertemu teman dan mengobrol di belakang, akibatnya jamaah yang lain tidak fokus. Faktor penghambat Eksternal, ketiga salah satunya ada beberapa orang yang tidak suka dengan cara berdakwah Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah, salah satunya cara dalam menyampaikan materi-materi dengan bahasa diksi. Dan meraka menganggap Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini tidak sesuai dengan sunah-sunah yang di ajarkan nabi. Faktor penghambat Eksternal, keempat Kebijakan menjadi salah satu penghambat dalam kegiatan- kegiatan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah terutama dalam kegiatan bermain atau shift ulin, karena Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah memiliki rencana untuk membuat ruang bermain untuk anak muda di tanah sebelah namun masih terkendala perizinan dan ada campur tangan. Ada beberapa orang mengganggap dakwah Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah ini hanya main-main dalam arti tidak serius. Dalam menyemangati keagamaan tentu tidaklah mudah hal ini karena banyak faktor yang mendukung maupun menghambat. Ada beberapa faktor yang mendukung dan penghambat diantaranya; 1Tersedianya sarana prasana yang memadai, 2Memiliki manajemen pengelolaan yang baik, 3Adanya semangat pada diri jamaah, 4Adanya komitmen dari ketua, anggota dan jamaah, 5Adanya tanggung faktor penghambat menyemangati keagamaan diantaranya; 1Saranan yang kurang memadai, 2Dalam pengelolaan kegiatan cenderung kurang terkoordinir, 3Jamaah kurang tesponsive dalam mengikuti kegiatan, 4Tidak adanya kerjasama yang baik dari ketua, anggota dan para jamaah sendiri, 5Kurang adanya tanggung jawab Robiatun, 1995. Sebagai alat analisis untuk melihat posisi pola dakwah yang dimiliki pola gerakan dakwah pemuda hijrah, apakah berada dalam tiga pola gerakan dakwah sebagaimana Moh. Tahir atau termasuk pola gerakan dakwah baru. Pola gerakan dakwah menurut Moh. Tahir meliputi Pertama, gerakan dakwah sintetik yang Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 menggabungkan antara budaya popular yang profane dengan tradisi popular yang dianggap Islami di tengah masyarakat. Kedua, gerakan dakwah yang berorientasi pada pembenahan internal dari actor-aktor dakwah dalam bentuk keterlibatan anak-anak muda dalam pengajian-pengajian bergenre tasawwuf-tarekat. Ketiga,model gerakan dakwah melalui jalur structural yang menitikberatkan pada konsep amar ma’ruf nahi mungkar’. Konsep gerakan dakwah yang ideal sebagaimana dipersepsikan oleh kalangan anak muda dari ketiga model gerakan dakwah di atas dapat dilihat sebagai garis rentang di mana terdapat gerakan dakwah yang sintetik di satu titik dan gerakan dakwah sebagai sebuah gerakan yang murni religious dan bersifat onkompromistik di titik yang lain. Tahir, 2017. Tampaknya pola gerakan dakwah lebih menyerupai pola gerakan yang pertama. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang peran Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Pertama, Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah sebagai komunitas Islam yang memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting bagi para pemuda yang ingin hijrah. Pembinaan pada generasi muda sangat diperluakan agar para pemuda menjadi generasi muslim yang berakhlaq, beriman, bertaqwa, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT mencapai keridhaan-Nya. Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda dilakukan dengan dua program kegiatan yang menjadi konsentrasi komunitas Gerakan Pemuda Hijrah yakni; 1 program internal dan 2 program eksternal. Program internal sendiri fokus pada pendidikan anggota terhadap pemahaman Islam lebih jauh lagi, untuk mereka yang telah tumbuh kecintaannya pada Islam, maka disediakan wadah yaitu tarbiyah. Sedangkan program. Program eksternal, menyediakan fasilitas untuk pemuda yang ingin hijrah dan ingin memperdalam ilmu agama, agar dapat menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap Islam, diantaranya kajian rutin rabu dan malam minggu, ladies day, qiyamullail, maqomat learning, shift ulin, tabliqh akbar, olahraga berjamaah, tahsin Al-Quran, shift giving everyday, kegiatan ramadan, buka bersama puasa sunah dan teras tahfidz. Kedua, faktor pendukung dan penghambat Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda. Fakor pendukung diantaranya dakwah jalanan, dakwah melalui sosial media,tema dakwah kekinian, penampilan ustadz menarik anak muda, fasilitas cukup memadai, kinerja anggota I. B. Utami, Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124baik, pendanaan, semangat jamaah, lokasi strategis, hubungan dengan masyarakat cukup baik. Faktor penghambat diantaranya pengelolaan sumber daya manusia masih kurang, dana, kurang pemahaman anggota, sulit mencari tempat kajian, sulit mencari tempat parkir, jamaah kurang fokus, Ada yang tidak suka dengan cara berdawah Shift, dan kebijakan. Setelah melakukan penelitian terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah dalam menyemangati keagamaan para pemuda, alangkah baiknya apabila Pertama, dalam menyusuniistruktur kepengurusan Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah, hendaknya melakukan pembagian tugas yang jelas, dengan menempatkan posisi pengurus dan anggota sesuai dengan bidangnya masing-masing. Agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Kedua, menjalin kerjasama dengan Komunitas-komunitas Islam lainnya. Ketiga, kepada masyarakat sekitar Masjid Al- Lathif agar tetap menjaga nama baik Komunitas Gerakan Pemuda Hijrah. DAFTAR PUSTAKA AS, E. & Tajiri, H. 2009. Etika Dakwah. Bandung Widya Padjajaran. AS E. 2011. Pengembangan Masyarakat Islam dalam Sistem Dakwah Islam. Dalam Ilmu Dakwah Academic Journal for Homiletic Studies, 518, 469-482. Enizar. 2007. Jihad. Jakarta Amzah. Fatoni, U. & Rais, 2018. Pengelolaan Kesan Da’i dalam Kegiatan Dakwah Pemuda Hijrah. KOMUNIKA Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 122, 211-222. Ghazali A D. 2015. Studi Islam. Bandung PT Remaja Rosdakarya. Ikbar, Y. 2012. Penelitian Sosial Kualitatif. Bandung Refika Aditama. Kahmad, D. 2006. Sosiologi Agama. Bandung PT Remaja Rosdakarya. Moleong, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung Remaja Rosdakarya. Rosihon. 2010. Akhlak Tasawuf. Bandung Pustaka Setia. Media. Safei A A. 2017. Sosiologi Islam Transformasi Sosial Berbasis Tauhid. Bandung Simbiosa Rekatama. Safei A A. 2016. “Develooment of Islamic Society Based on Majelis Ta’lim A Study of the Shifting Role of the Majelis Ta’lim in West Java”. Journal of Applied Sciences. 29 Februari- September 2016. Shihab Q M. 1996. Wawasan al-Quran. Bandung Mizan. Soekanto, S. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta Raja Grafindo. Sukayat, T. 2015. Ilmu Dakwah. Bandung Simbiosa Rekatama Media. Peran Komunitas Islam dalam Menyemangati Keagamaan para Pemuda Anida Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah 1812018 105-124 Tahir, M. 2017. Dakwah Islam di Kalangan Anak Muda di Kota Samarinda. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan, l 2, 257-280. Wenger, E. 2002. Cultivating Communities Of Practice A Guide ToManaging Knowledge [Terjemahan]. Boston Harvard Business School Press. Ratnawati 2016. Memahami Perkembangan Jiwa Keagamaan Pada Anak Dan Remaja. Fokus Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, 11, 1-32. ... Salah satu pertanyaannnya adalah bagaimana menjalankan iman secara konsinten. Ada banyak jawaban di antaranya membentuk komunitas iman Utami, 2018. Biasanya pembentukan suatu komunitas Pujasmara, 2019 terbukti cukup efektif Rachmiatie et al., 2007. ...Wahyudin DarmalaksanaBambang QomaruzzamanThis study aims to discuss the high order thinking skill approach in the sharah hadith method with regard to contemporary issues for the formulation of applied theology. This research method uses a qualitative type through literature study by applying the high order thinking skill approach. The results and discussion of this research include sharah hadith about kalam, tauhid science to applied theology, and from theology to service according to the high order thinking skill approach. The conclusion of this study is that the high order thinking skill approach allows being applied in the sharah hadith method with regard to contemporary issues for the formulation of applied theology. This study recommends the urgency of applying high order thinking skills as a research approach to contemporary issues in Islamic diversity.... Salah satu pertanyaannnya adalah bagaimana menjalankan iman secara konsinten. Ada banyak jawaban di antaranya membentuk komunitas iman Utami, 2018. Biasanya pembentukan suatu komunitas Pujasmara, 2019 terbukti cukup efektif Rachmiatie et al., 2007. ...Azhari Akmal Tarigan Nurhayati NurhayatiMuhammad Syukri Albani NasutionNorth Sumatera Islam is often left out of Nusantara Islāmic studies. North Sumatera has not become a serious concern of the reviewers of the Islāmic history of the archipelago due to several things. First, North Sumatera Islam is understood as a continuation of Aceh Islam. Secondly, it could be that there is a suspicion that North Sumatera has been identified as a Christian territory from the beginning, although this argument is not strong. This study aims to find out about the communication between fellow scholars in developing science in North Sumatera. Then researchers will look at the role of educational institutions in the development of Islam in North Sumatera. The method used in this research is descriptive qualitative research, which aims to understand social problems, events, the role of interaction, and community groups. The qualitative approach is used by focusing on the social conditions surrounding the existence of the Ulama, who lived in his day, which became the basis in compiling the historical events of the ulama network in the development of Islam in North Sumatera in the XX century. The results of this study are; first, the scientific network among fellow North Sumatera scholars is very good; it shows from the shape of the education system. This can be seen in connection with his teachers in the Middle East. Secondly, the role of Islāmic boarding schools Musthafawiyah and Maktab Islamiyah is very important, including as a producer of scholars in North Sumatera and a center for the study and development of Islamic Law studies in the midst of SaifuddinPsikoterapi Islam merupakan salah teknik psikoterapi yang berkembang pesat saat ini, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lainnya. Hal ini disebabkan tingginya antusiasme para ilmuwan untuk mengembangkan psikoterapi Islam serta tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakannya. Studi ini bertujuan untuk merumuskan peluang dan tantangan psikoterapi Islam. Hal ini penting untuk membantu perkembangan psikoterapi Islam agar menjadi teknik psikoterapi yang lebih mapan. Dengan menggunakan metode kajian literatur dan berpikir reflektif, studi ini menemukan sejumlah peluang dan tantangan psikoterapi Islam. Peluang psikoterapi Islam adalah psikoterapi Islam menyasar pada berbagai aspek yang lebih komprehensif, berdasarkan teks keagamaan yang dianggap sempurna, serta tingginya animo masyarakat. Adapun tantangan psikoterapi Islam yaitu kualifikasi psikoterapis Islam dan etika psikoterapi Islam belum dirumuskan dengan jelas dan baku; rentan bersifat normatif dan cenderung penghakiman; berpotensi menyentuh ranah perbedaan pendapat khilafiyah; menuntut individu menguasai ilmu ijtihad dalam memformulasikan psikoterapi Islam; terdapat sebagian hal yang kurang dapat diempiriskan dalam psikoterapi Islam; tantangan objektifikasi dan demistifikasi; ancaman objektivitas penelitian; serta kerentanan untuk terseret pada kepentingan tertentu. Sejumlah pihak terkait perlu menindaklanjuti peluang dan tantangan tersebut secara baik. Uwes FatoniAnnisa Nafisah RaisKehilangan tokoh bagi para pemuda muslim merupakan masalah ummat hari ini. Fenomena dai muda’ yang meramaikan majelis ta’lim dengan penampilan yang tidak seperti dai pada umumnya adalah kabar yang menggembirakan. Mereka berdakwah dengan menggunakan ciri khas dan pendekatan yang berbeda tetapi dapat diterima oleh kelompok anak muda. metode dakwah yang lebih segar dan inovatif ini menjadikan dakwah lebih menarik. Penelitian ini mengungkapkan pengelolaan kesan seorang dai muda, bernama Ustad Handy Bonny dalam berdakwah. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan kesan Impression Management Erving Goffman dengan metode kualitatif pendekatan Dramaturgi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ustad Handy Bonny melakukan pengelolaan kesan dengan baik menghasilkan citra yang baik dihadapan publik. Ia menggunakan media sosial sebagai panggung dalam berdakwah dengan tema dan desain yang menarik. Ustad Handy Bonny juga berpenampilan “casual” sehingga dapat diterima oleh anak muda dengan mudah. Ia juga bertingkah laku dengan santun, santai, tidak menggurui, menggunakan bahasa yang ringan tetapi tetap menjaga etika dan kesopanan. Dengan mengetahui pengelolaan kesan pada da’i diharapkan pesan dakwah untuk menyeru ke jalan Allah bisa tercapai dengan TahirThis paper aims at mapping out models of Da’wa movement involving youths as a social group in Samarinda and understanding how such social group constructing a perceived ideal da’wa movement in the society. Exploratory research combined with qualitative technique is applied to analyse data gathered through indepth interview, documentation, and focussed group discussion. Findings suggest that there are at leas three models of da’wa movement involving youths in Samarinda. First, syntetic da’wa movement that combine profane popular culture and cultural practice deemed sacred hence Islamic by the society. Secondly, da’wa movement oriented towards moral puricication of its activists in the form of tasawwuf-thariqa. Thirdly, structural da’wa that deeply orients its activity towards the idea of enjoining good and forbidding eveil. Ideal da’wa movement as it is perceived by youths in Samarinda, therefore, can be seen as a continuum where the syncretic model lies in one point and a structural and noncompromistic model lies in another point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model gerakan dakwah yang melibatkan kelompok sosial anak muda di Kota Samarinda serta untuk mengetahui bagaimana pandangan kelompok sosial tersebut mengenai konsep gerakan dakwah yang ideal di tengah masyarakat. Teknik penelitian eksploratif dengan model kualitatif diterapkan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya tiga model gerakan dakwah yang melibatkan kalangan anak muda di Kota Samarinda. Pertama, gerakan dakwah sintetik yang menggabungkan antara budaya popular yang profane dengan tradisi popular yang dianggap Islami di tengah masyarakat. Kedua, gerakan dakwah yang berorientasi pada pembenahan internal dari actor-aktor dakwah dalam bentuk keterlibatan anak-anak muda dalam pengajian-pengajian bergenre tasawwuf-tarekat. Ketiga, model gerakan dakwah melalui jalur structural yang menitik-beratkan pada konsep amar ma’ruf nahi mungkar’. Konsep gerakan dakwah yang ideal sebagaimana dipersepsikan oleh kalangan anak muda dari ketiga model gerakan dakwah di atas dapat dilihat sebagai garis rentang di mana terdapat gerakan dakwah yang sintetik di satu titik dan gerakan dakwah sebagai sebuah gerakan yang murni religious dan bersifat nonkompromistik di titik yang Ahmad SafeiAs a religious institution that has focused on the propagation of Islam tabligh, the Majelis Ta’lim, particularly the branches in West Java, faces no small challenge. First, the Majelis Ta’lim is charged with implementing breakthroughs to preserve organizational existence as well as undertaking self-development to achieve a better state. Second, the Majelis Ta’lim is faced with the challenge of contributing to the quality of various aspects of the life of the Islamic community. This research studies the phenomenon of the shifting role of the Majelis Ta’lim, which is no longer solely a religious institution that propagates Islam but is beginning to actively respond to issues categorized as “worldly” muamalah. This shift in the role of the Majelis Ta’lim is interesting Why and in what aspects has this shift or, more accurately, enrichment in its role occurred? This study uses an analytic descriptive approach to examine this phenomenon. The research results show that in the context of a developing Islamic society, the Majelis Ta’lim institution, which exists throughout the region of West Java, can become a development actor in the midst of its routine religious study activities. Although its scope to date has been in the religious area diniyah, its representatives are becoming involved as actors and spokesmen for the development of Islamic society in social and economic Masyarakat Islam dalam Sistem Dakwah IslamAS E. 2011. Pengembangan Masyarakat Islam dalam Sistem Dakwah Islam. Dalam Ilmu Dakwah Academic Journal for Homiletic Studies, 518, Islam. Bandung PT Remaja RosdakaryaA D GhazaliGhazali A D. 2015. Studi Islam. Bandung PT Remaja Sosial KualitatifY IkbarIkbar, Y. 2012. Penelitian Sosial Kualitatif. Bandung Refika Aditama. Kahmad, D. 2006. Sosiologi Agama. Bandung PT Remaja Penelitian Kualitatif. Bandung Remaja RosdakaryaL J MoleongMoleong, 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung Remaja Islam Transformasi Sosial Berbasis TauhidA A SafeiSafei A A. 2017. Sosiologi Islam Transformasi Sosial Berbasis Tauhid. Bandung Simbiosa Suatu PengantarS SoekantoSoekanto, S. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta Raja Grafindo. Sukayat, T. 2015. Ilmu Dakwah. Bandung Simbiosa Rekatama Media. Renungan harian rohani Kristen untuk anak muda singkatKumpulan Renungan Harian Rohani Kristen untuk Pemuda1. Pemuda Kristiani Harus Menjadi Teladan2. Yang Muda yang BersinarRenungan harian rohani Kristen untuk anak muda – Renungan rohani Kristen untuk pemuda pemudi. Seperti kata Bung Karno, beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia’. Mengapa Bung Karno begitu semangat saat memekikkannya? Sebab, itu adalah sesuatu yang memiliki kemungkinan yang besar untuk pemudi, remaja, atau anak muda adalah aset berharga bagi bangsa dan agama. Mereka adalah motor penggerak kehidupan. Dalam konteks pelayanan kepada Tuhan, pemuda pemudi merupakan pihak yang paling banyak terlibat dalam heran bila pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan agama Kristen Protestan. Namun apa yang terjadi saat ini? Bagaimana kehidupan remaja yang ada di Indonesia? Apakah sudah mencerminkan seperti remaja Kudus di Bethlehem?Nah bagi Anda yang merasa masih muda, Anda harus membaca renungan yang akan kami bagikan di bawah ini. Mengenai pemuda, dengan tema pembangkitan semangat dalam jiwa dan langkah intospeksi untuk memperbaiki yang akan kami bagikan di bawah ini kami ambil dari berbagai sumber, termasuk Alkitab. Mudah-mudahan dengan adanya renungan yang dibagikan kali ini bisa menjadi kunci perubahan sikap kita sebagai remaja menjadi lebih baik dibanding Renungan Harian Rohani Kristen untuk PemudaLangsung saja tanpa basa basi kembali, silahkan simak beberapa kumpulan renungan harian rohani Kristen tentang pemuda dan pemudi yang singkat tentang ibadah, masa depan, pengharapan, kesetiaan, cinta, pasangan, dan Pemuda Kristiani Harus Menjadi Teladan“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-mu.” Mazmur 119 mengatakan bahwa hanya dengan firman Tuhanlahanak muda bisa mempertahankan kelakuannya tetap bersih dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu, para pemuda Kristiani harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani supaya waktu-waktu luang yang ada mereka gunakan untuk hal-hal positif dan membantu harus melatih diri dalam hal ibadah, artinya tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, dan semakin giat untuk melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Semakin banyak dari mereka yang mendengar firman Tuhan, semakin kuat pula iman kereka.“…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 1017.Bagi anak-ana Tuhan, tidak mengikuti tren teman bukanlah sebuah akhir dari segalanya, selain itu hal ini juga bukan berarti kita menjadi pemuda yang kurang pergaulan. Tuhan menghendaki kita menjadi orang muda Kristen yang berkualitas dan memiliki kehidupan yang berbeda dari anak muda di luar meski masih muda namun memiliki integritas dan tidak berkompromi dengan dosa, berani berkata dan menolak setiap ajakan maupun kebiasaan hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan meski hal tersebut dapat membuat anak muda dikucilkan ingin kita menjauhi nafsu orang muda, karena segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu, hanyalah akan membawa kita kepada kebinasaan. Maka dari itu,kita harus memiliki kekariban dengan Tuhan supaya kita memperoleh kekuatan untuk dapat menolak hawa nafsu yang ada.“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 1 Timotius 412.Masa muda merupakan masa emas bagi kita untuk memaksimalkan potensi yang ada serta memacu kita untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal. Baik perkataan, tingkah, laku, kesetiaan, kesucian, kasih, dan Yang Muda yang Bersinar“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!'” Pengkhotbah 121Seringkali kita melihat di berita ada kabar yang menayangkan kenalakan remaja, tersangkut hukum, dan sebagainya. Tentu ini sangat menyedihkan, padahal Tuhan tak menghendaki hal demikian terjadi pada kawula muda.“Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.” Pengkhotbah 119-10.Jika di usia muda kita sudah salah melangkah, maka kemudaan dan fajar hidupnya akan menjadi sia-sia, sangat penting bagi anak muda untuk membangun pondasi hidup dengan baik. Pondasi hidup ini berbicara tentang kehidupan rohani.“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” Mazmur 1199.Usia muda merupakan usia yang sangat rawan dan rentan terhadap pengaruh melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.” Amsal 2215. “Janganlah kamu sesat Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” 1 Korintus 1533.Bila sedari muda sudah memiliki pondasi iman yang kuat, ia takkan mudah terbawa oleh arus dunia. Usia muda harusnya menjadi usia emas, masa di mana orang bisa mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki.“Yosua bin Nun, pelayanmu, dialah yang akan masuk ke sana. Berilah kepadanya semangat,” Ulangan 138, sebab “Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” Amsal 1814.Akhir KataTerima kasih telah membaca kumpulan renungan rohani kristen untuk pemuda. Semoga renungan air hidup dan saat teduh yang telah dibagikan kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa bagikan ke yang lain agar semakin banyak yang membaca renungan menginspirasi Syafaat untuk Bangsa dan NegaraDoa Mohon Kekuatan dari Tuhan YesusLirik Lagu Rohani True Worshippers

materi sharing untuk ibadah pemuda